Vision

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya;jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga." Mazmur 127:1


  • Visi menciptakan suatu momentum, gairah, terang dan kesatuan.
  • Visi yang jelas memberikan kekuatan dan pengenalan isi hati Allah pada umatNya.


IFGF GISI Keluarga Allah mempunyai 10 visi dalam membangun Gereja yang dinamis:




1. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang BERDOA ("House of PRAYER")
Visi ini menjadi visi yang pertama dari IFGF GISI, menunjukkan bahwa doa adalah prioritas pertama dalam membangun Gereja Tuhan. Karena peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging melainkan melawan kuasa kegelapan di udara (Efesus 6:12), dan otoritas terbesar kita dapatkan melalui doa.

IMPLEMENTASI :
-Membangun menara doa
-Membangun kubu doa
-Membangun keluarga doa
-Konser doa
-Doa malam bersama 1 bulan 1 kali
-Memulai kebaktian Minggu dengan doa (15 menit sebelum kebaktian)
-Saat altar call, semua pelayan Tuhan siap di depan untuk mendoakan
2. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang PENUH KUASA ("House of POWER")
Mat. 21:14; 28:18-20; Mar. 16:17-18; Luk. 10:19; Kis. 2:43.
Hanya dengan kuasa dan kekuatan Allah, pekerjaan Tuhan dapat diselesaikan dan kerajaanNya dapat ditegakkan. Dalam memberitakan Injil, tidak hanya menawarkan suatu Teologi, namun Gereja Tuhan perlu memberikan kuasa yang dapat mengubah kehidupan manusia.

IMPLEMENTASI :
-Mengembangkan kehidupan doa yang penuh kuasa bersama-sama sebelum iCare dimulai
-Mengembangkan kepekaan bergerak dalam Roh Kudus ("move in the Spirit" - Yeh. 4:7)
-Mengembangkan penyembahan dalam Roh
-Konser doa
-Mempunyai ekspektasi yang tinggi selama ibadah
3. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang MENYEMBAH ("House of WORSHIP")
Mat. 21:15-16; Yoh. 4:23-24; Kis. 2:47; 16:15-34; Maz. 149:6-9.
Dalam pujian dan penyembahan kita mengelu-elukan kebesaran Allah dan percaya bahwa Allah sanggup untuk melakukan hal-hal besar dan mengalahkan segala musuh kita. Selain sebagai ucapan terima kasih, pujian dan penyembahan merupakan strategi untuk peperangan. Pujian dan penyembahan juga membawa kelegaan dan penghiburan. Ada kuasa yang besar dalam pujian dan penyembahan. Mengingat pentingnya pujian dan penyembahan, maka hal ini seharusnya tidak dianggap sekedar 'pembuka acara', namun sesuatu yang perlu dipersiapkan dengan baik dalam Gereja kita.

IMPLEMENTASI :
-Mengembangkan budaya pujian dan penyembahan dengan standar HPM (Harvest Praise Ministry)
-Memulai kebaktian dengan lagu instrumental selama 20 menit
-Mengembangkan pujian dan penyembahan yang profetik
-Mengembangkan pilihan lagu sesuai dengan lagu-lagu yang disepakati
-Mengembangkan lagu-lagu altar call
-Menyediakan transparansi yang ekselen
4. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang BERSATU DALAM IKATAN PERJANJIAN ("House of COVENANT")
Mat. 13:47; Yoh. 17:20-23; Kis. 2:44, 46; Ef. 2:21-22; Maz. 133; Pengk. 4:9-12.
Bersama-sama sebagai saudara kita membangun kerajaanNya. Dengan ikatan perjanjian ini tiap Gembala dan jemaat IFGF GISI menyatakan bahwa mereka saling mengasihi dan memperhatikan sehingga mereka ingin rencana Allah terjadi dalam kehidupan rekan-rekan mereka. Hal ini juga berarti satu dengan yang lain saling menjaga, memperhatikan, menguatkan, mendorong, menasihati dan menegur. IFGF GISI adalah sebuah gereja multinasional. Kemana mereka pergi, jemaat dapat berbakti di gereja IFGF GISI di seluruh dunia. Jadi, keanggotaan IFGF GISI dapat ditransfer. Untuk memberikan pelayanan dan penggembalaan yang sebaik-baiknya, setiap anggota yang pindah akan diinformasikan pada Gembala IFGF GISI di kota tersebut melalui surat keterangan yang berisi data pribadi (nama, alamat, telepon, dll), kapan jemaat tersebut dibaptis, pelayanan apa yang telah dilakukan dan kebutuhan-kebutuhan khusus mereka.

IMPLEMENTASI :
-Membina dan menjunjung tinggi kesatuan dalam kehidupan seluruh pelayan Tuhan: Gembala, pimpinan dan jemaat
-Berkata-kata secara positif, terutama menyangkut pelayanan dan pimpinan Gereja lokal setempat
-Mengutamakan kepentingan bergereja di atas kepentingan sendiri
-Menangani setiap masalah dengan cara kekeluargaan
5. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang BERAKAR DALAM FIRMAN TUHAN ("House of BREAD")
Yoh. 8:32; Kis. 2:42; 17:10-11; Ef. 4:11-15; Yes. 2:2-3.
Orang tidak hanya membutuhkan keadilan dan kedamaian, lebih dari itu mereka membutuhkan:
- dasar yang kuat di mana mereka dapat berdiri di atasnya
- iman di mana mereka dapat mengorientasikan hidup
oleh karena itu IFGF GISI mempunyai komitmen untuk membangun pemimpin dan umat Tuhan yang mempunyai dasar kokoh dalam firman Tuhan.

IMPLEMENTASI :
-Mengembangkan diri sendiri agar bertumbuh dalam firman Tuhan
-Mengikuti kelas iGrow
-Menghadiri training-training yang diberikan
-Mengikuti HITS/HLI/HIC
-Memelihara saat teduh pribadi secara teratur
6. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang MEMILIKI MISI DUNIA ("House of MISSION")
Mat. 28:19-20; Yoh. 3:16; Kis. 1:8; I Yoh. 5:1; Maz. 2:8.
Gereja ada untuk mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Gereja ada karena misi. Karena itu, gereja yang tidak mempunyai jiwa misi adalah Gereja yang terhilang saat Yesus datang (the church that is not a missionary church is a missing church when Jesus comes). Visi IFGF GISI adalah untuk menjangkau dunia, bukan hanya Indonesia, karena rencana Allah adalah untuk seluruh dunia, bukan hanya untuk Indonesia.

IMPLEMENTASI :
-Mempunyai pandangan misi yang global
-Menunjang misi World Harvest
-Mengembangkan misi Gereja lokal
-Melepaskan pelayanan yang potensial untuk mengembangkan gereja dan Pos P.I baru atau membantu gereja yang lain
-Menanam Gereja baru setelah jemaat berjumlah 100 atau dalam waktu 3 tahun
7. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang SEIMBANG ("House of BALANCE")
Ams. 11:1; 20:23; 16:11.
Keseimbangan berbicara mengenai prioritas dan penekanan dalam hidup. Keseimbangan perlu dibina, antara kehidupan rohani dan jasmani, antara waktu untuk keluarga dan pelayanan, antara kehidupan doa dan bekerja, antara bekerja dan berekreasi.

IMPLEMENTASI :
-Mengembangkan kehidupan yang seimbang antara persekutuan dengan Tuhan, kehidupan keluarga dan pelayanan
-Menunjang pelayanan gereja setempat
-Membangun gereja lokal yang seimbang
-Membangun doktrin yang seimbang
8. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang MEMBERI ("House of GIVING")
Kis. 2:44-45; 4:34-35; II Kor. 8:1-12; 9:6-8; Mal. 3:10.
Di mana harta kita berada, di situlah hati kita berada. Keuangan kita menyatakan komitmen kita. Hal ini berlaku pula dengan perpuluhan dari setiap gereja IFGF GISI untuk IFGF GISI pusat dan World Harvest Kesetiaan memberikan perpuluhan menyatakan komitmen mereka pada IFGF GISI dan World Harvest.

IMPLEMENTASI :
-Mengembangkan kehidupan memberi yang dinamis
-Memberikan perpuluhan dan persembahan
-Mengembangkan sistem keuangan yang tepat (akurat) dan solid
-Memberi bantuan baik kepada sesama jemaat maupun bukan (contoh, melalui Prosip)
9. Membangun Pribadi/Pemimpin/Gereja yang EKSELEN ("House of EXCELLENCE")
Ef. 5:27; II Raja 10:1-19; Hag. 2:9.
Allah kita adalah Allah yang ekselen. Semua hasil ciptaanNya menggambarkan karya cipta yang luar biasa. Demikian pula, GerejaNya perlu menjadi refleksi dari Allah yang ekselen, baik dalam pelayanan yang diberikan pada jemaat, kotbah, kewajiban-kewajiban pada kantor pusat (laporan-laporan), maupun hal-hal yang lain.

IMPLEMENTASI :
-Mengembangkan sikap yang positif
-Memberikan pelayanan yang ekselen
-Mengembangkan sikap untuk selalu mau memberi yang terbaik (dalam hal kotbah, pemberiaan, kebaktian, dll)
10. Membangun Gereja dengan Pribadi/Pemimpin yang ROHANI & AHLI ("House with GODLY and SKILLFUL LEADERSHIP")
Kis. 6:3; I Tim. 3:1-7, 8-13; Titus 1:5-9; Ibr. 3:1-6; Kel. 18:21.
Seorang pemimpin yang rohani dan ahli tidak hanya memperhatikan penampilan luar, namun memberikan perhatian yang besar untuk membangun keahlian mereka. Merupakan suatu keharusan bahwa Gereja Tuhan di akhir jaman tidak hanya rohani, namun perlu menjadi sebuah Gereja yang sanggup menjawab tantangan di abad yang baru.

IMPLEMENTASI :
-Menghadiri training-training yang disediakan
-Mengembangkan kehidupan kepemimpinan yang penuh integritas