Articles

Why Mission Matters

Kenapa hati misi itu penting? Karena kita diciptakan untuk itu. Ikan paling bahagia jika bisa berenang di air. Musang merasa puas dengan kemampuan untuk menghasilkan aroma dimana binatang lain tidak bisa melakukannya. Sebagai manusia sosial, terkadang di lubuk hati yang paling dalam, kita ingin untuk membuat perbedaan dengan memberi dan menolong orang lain. Rasa kepuasan ini tidak ada taranya, sebuah rasa yang tidak dapat dibeli atau diambil dari kita

Warren Buffet, orang paling kaya tahun 2008 berdasarkan Forbes Magazine, mengumumkan bahwa dia akan memberi sekitar 600 Trilyun dari kekayaannya untuk amal, dengan porsi terbesar (83%) untuk Yayasan Bil & Melinda Gates. Bill Gates (Microsoft) sendiri tidak hanya menyumbang sekitar 300 Trilyun untuk Yayasan amalnya, tetapi di tahun 2009 ia akan mendidikasikan dirinya sendiri, semua waktunya, semua kemampuan dan pemikirannya suatu amal dengan misi yang sangat jelas : mengurangi kemiskinan dari dunia.

Orang-orang hebat diatas yang gabungan dana amal mereka jauh lebih besar dari 75% Pendapatan Per Kapita penduduk di dunia, bisa melakukan apa saja dengan uang mereka, saya yakin mereka bisa bersenang-senang dan melakukan banyak hal yang lainnya. Namun mereka memilih untuk mendedikasikannya untuk amal.

Mari kita tanya diri kita sendiri, apa yang paling penting dalam hidup kita? Bagi saya, setelah menerima keselamatan yang luar biasa dari Yesus Kristus, saya ingin orang lain mengalaminya juga! Saya sedih melihat banyak tempat di seluruh dunia yang berusaha untuk menghalangi orang-orang untuk mendengar Injil Yesus Kristus, baik karena tidak ada yang orang yang mau pergi ke tempat yang terpencil atau malah pemerintahnya yang melarang.

Ini yang menjadi alasan saya untuk menyeludupkan alkitab ke China beberapa tahun yang lalu, berkhotbah di desa dan seringkali hampir dibunuh, mendaki Himalayas untuk menolong pengungsi Tibet, menghadapi wabah Ebola di Uganda, berkhotbah di lapangan terbuka di Pakistan dengan suara tembakan sebagai latar belakang dan banyak hal lainnya. Situasi yang sungguh tidak biasa. Saya hanya melakukan apa yang menurut saya penting, itu membuat saya merasa puas karena saya membuat perbedaan di dalam kehidupan orang orang yang saya layani. Ada suatu sukacita melimpah bukan beban karena saya mendapat kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain.

Warren Buffet & Bill Gates bukan orang Kristen, sejauh yang saya tau. Mereka melakukan amal karena menurut mereka itu adalah hal yang penting dalam hidup mereka. Keduanya hanya mengendarai mobil biasa dan terbang dengan kelas ekonomi sampai perusahaannya yang memaksa mereka menggunakan jet pribadi. Buffet masih tinggal di rumah sederhana seharga 300 juta yang dibelinya pada tahun 1958 dan hidup dari gaji sekitar 75 juta sebulan, tetapi memberi untuk misi sebesar 600 Trilyun. Dia berkata: saya dapat menggunakan uang saya untuk keperluan pribadi saya atau memperkerjakan 10.000 orang untuk melukis diri saya setiap hari dan pendapatan per kapita akan meningkat tetapi saya membuat mereka tidak melakukan pekerjaan yang lain yang hasilnya jauh akan lebih efektif. Saya tidak melakukannya karena saya tidak pakai uang kertas sebanyak itu dan tidak ada barang yang saya sangat ingini. Ketika saya dan istri meninggal, saya akan memberikan semua kertas (red: uang) itu untuk kepentingan misi.

Ia telah menemukan arti dari hidupnya yaitu hidup bukan untuk dirinya sendiri melainkan membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain. Inilah saatnya bagi kita untuk melihat diri kita dan bertanya apakah yang paling penting dalam hidup kita? Apakah kita sudah menjalankan hidup sesuai dengan iman kita?