iCare Manna

You Look Wonderful

BIARLAH ORANG MENILAI, ALLAH YANG MEMUTUSKAN

Yoh 5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;

Yoh 5:32 ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.

Yoh 5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;

Yoh 5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.

Yoh 5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Yoh 5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.

Yoh 5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,

Yoh 5:38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.

Yoh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,

Yoh 5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Yoh 5:41 Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.

Yoh 5:42 Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.

Yoh 5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

Yoh 5:44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?

Yoh 5:45 Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.

Yoh 5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.

Yoh 5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"

TEPUK TANGAN

Ada orang-orang tertentu yang hidupnya di panggung. Hidup mereka seperti lakon yang diinginkan oleh sang sutradara. “Ready… Action…!” Hadiah mereka adalah tepukan tangan dari para penonton. Ketakutan mereka adalah ditinggalkan para penggemar. Karena itu tepukan tangan menjadi target mereka dalam hidup. Makin keras tepukan tangan, makin banyak penggemar, makin sering pujian dilontarkan, makin “bahagia” hidup mereka. Mari lihat contohnya:

(1)Ananias & Safira.
Ananias dan Safira mendengar decakan kagum jemaat terhadap orang-orang yang menjual harta benda mereka untuk diserahkan pada gereja. Mereka pikir, itulah tujuan mereka. Mungkin saja, di hati yang terdalam, memang mereka ingin memberi. Tetapi jangan sampai tepukan tangan yang mereka dapatkan kalah dari tetangga sebelah. Jadilah, mereka menjual rumah, dan mengatakan bahwa semua… seluruhnya… hasil penjualan rumah diberikan pada gereja. Padahal, sebenarnya hanya sebagian saja. Ternyata akibatnya lebih parah dari pada ditinggalkan penggemar, mereka mati seketika karena mendustai Roh Kudus.

(2)Pontius Pilatus.
Popularitas di panggung kehidupan lebih penting bagi Pilatus dari pada podium keadilan. Jadilah, ia memutuskan berdasarkan tepukan tangan. Sejarah mencatat, tidak segan ia membunuh orang Yahudi yang menentangnya. Karena itu, ketika orang mengajukan Yesus yang tak bersalah untuk diadilinya, Pilatus tak berkutik. Sebuah kasus yang sangat tak populer, bahkan Herodespun tidak mau ikut campur. Bila ia membebaskan Yesus yang tak bersalah, pasti popularitasnya turun. Terpaksa ia membebaskan Barabas, demi para fans-nya, orang Farisi dan Ahli Taurat, serta tepukan tangan yang gegap gempita dari orang Yahudi. Akibatnya, seorang yang tak bersalah disiksa dengan kejam, dan mati disalib.

Memang hidup berdasarkan tepuk tangan sangat beresiko. Sebaliknya, ada seorang yang tak peduli pada tepukan tangan: Yesus! Ia tak peduli apa kata orang ketika ia menginap di rumah seorang koruptor besar seperti Zakeus, dan didatangi oleh seorang pelacur di sebuah pesta dengan tokoh masyarakat yang terhormat (Luk. 7:38-39). Ia tak merasa terancam ketika para fans fanatik-Nya mulai meninggalkannya (Yoh. 6:66-69). Ia tak takut menyatakan pandangan yang berseberangan dengan tokoh politik saat itu, yaitu orang Farisi dan para Ahli Taurat. Yesus tahu bahwa di balik panggung, ada seorang yang menanti-Nya. Ia tahu bahwa pada akhirnya, tepukan tangan Sang Bapa adalah yang terpenting.

BENIH KEBENARAN

Banyak orang memberi penilaian dan penghakiman tentang Anda. Ada yang positif, ada yang negatif. Tetapi pada akhirnya, penilaian Allah-lah yang terpenting. Anda akan berdiri di hadapan takhta-Nya, dihakimi berdasarkan integritas Anda. Bukan berapa keras Anda bekerja, atau berapa besar pengaruh Anda, atau yang lainnya. Kira-kira apa “kesaksian” atau apa yang Allah katakan tentang Anda?

1. KESAKSIAN TENTANG YESUS (Yoh. 5:31-40)
Sejak awal orang-orang Farisi menentang pendapat bahwa Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa atas hari Sabat dan menganggap diri-Nya sama dengan Allah (Yoh. 5:16-18). Karena itu, di ayat di atas, Yesus menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada kesaksian-kesaksian tetang diri-Nya sebagai Anak Allah, tetapi orang Yahudi tidak dapat menerimanya:

Kesaksian Yohanes (ayat 36), seorang nabi yang dihormati oleh orang Israel (ayat 33). Yohanes berkata bahwa Yesus adalah Tuhan (Yoh. 1:23), Anak Domba Allah (Yoh. 1:29, 36) dan Anak Allah (Yoh. 1:34).

Kesaksian melalui pekerjaan-Nya (ayat 36). Mujizat dan tanda-tanda heran yang menyertai Yesus dalam pelayanan-Nya merupakan bukti bahwa Ia adalah Anak Allah.

Kesaksian Bapa (ayat 37), tetapi orang Yahudi tidak pernah mendengar-Nya.

Kesaksian melalui Kitab Suci (ayat 39). Dalam kitab suci yang juga dibaca oleh orang Yahudi, menulis tentang Yesus. Namun, orang Yahudi masih juga belum percaya.

Kesaksian Musa (ayat 46), seorang nabi besar bagi bangsa Yahudi. Orang Yahudi tahu bahwa Musa menulis tentang Yesus, tetapi dalam hati mereka tidak percaya. Ada perbedaan yang besar antara “tahu” dan “percaya”

Socrates mengajar selama 40 tahun, Plato 50 tahun, Aristotle 40 tahun, dan Yesus hanya mengajar selama 3 tahun. Tetapi pengaruh Kristus selama 3 tahun pelayanan-Nya jauh melebihi total pengaruh ketiga filsuf terbesar dunia tersebut. Yesus tidak membuat lukisan, tetapi Ia menjadi inspirasi bagi lukisan-lukisan terindah di dunia dari Raphael, Michelangelo dan Leonardo da Vinci. Yesus tidak menulis puisi, tetapi puisi-puisi Dante, Milton dan banyak penyair dunia mendapat inspirasi dari kehidupan Yesus. Yesus tidak menulis lagu, tetapi melodi, hymne, simfoni dan banyak komposisi lainnya adalah pujian bagi Dia1. Setiap segi kehidupan manusia di dunia diperkaya oleh kehidupan Kristus, dan hal ini merupakan “kesaksian” dunia tentang Dia.

Jesus Christ founded His empire upon love; and at this hour millions of men would die for Him.
(Napoleon)


Buddha never claimed to be God. Moses never claimed to be Jehovah. Mohammed never claimed to be Allah. Yet Jesus Christ claimed to be the true and living God. Buddha simply said, "I am a teacher in search of the truth." Jesus said, "I am the Truth." Confucius said, "I never claimed to be holy." Jesus said, "Who convicts me of sin?" Mohammed said, "Unless God throws his cloak of mercy over me, I have no hope." Jesus said, "Unless you believe in me, you will die in your sins."
(Anonymous)


2. BUKAN APA, TETAPI SIAPA (Yoh. 5:41-43)
Yoh 5:41 Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.

Yoh 5:42 Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.

Yoh 5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

Yesus berkata bahwa Ia tidak membutuhkan hormat dari manusia (ayat 41). Ia juga tidak peduli bahwa orang Yahudi tidak bisa menerima “kesaksian” tentang Yesus. Identitas Yesus tidak ditentukan oleh APA kata orang tentang Dia, tetapi SIAPA yang bersaksi tentang Dia, yaitu: Bapa-Nya. Karena itu Yesus tidak pernah terganggu ketika mendengar komentar negatif orang tentang diri-Nya yang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Hidup untuk menyenangkan orang lain hanya akan membawa kita pada masalah besar.

Apa kata Allah Bapa tentang Anda:
Anda adalah biji mata-Nya (Maz. 17:8, Zak. 2:8)
Anda berharga di mata-Nya (Yes. 43:4)
Anda adalah kesayangan-Nya (Ula. 26:18)
Anda adalah anak-Nya (Rom. 8:29, Gal. 4:6)
Anda adalah harta kesayangan-Nya (Kel. 19:5)

What you say about yourself means nothing in God’s work.
It’s what God says about you that makes the difference
(2 Kor. 10:18, The Message)


Howard Hendricks berkata bahwa tidak ada krisis identitas dalam hidup Yesus. Ia tahu siapa diri-Nya. Ia tahu dari mana Ia datang, dan mengapa Ia ada di sana. Ia tahu ke mana Ia pergi. Dan bila Anda mengalami “pembebasan” seperti itu, maka Anda dapat melayani. Sebelum orang melepaskan obsesi mereka untuk mendapatkan hormat atau “tepuk tangan” dari orang lain, sulit bagi orang tersebut untuk dapat melayani orang lain atau melayani dalam gereja tanpa pamrih.

There was no identity crisis in the life of Jesus Christ.
He knew who He was.
He knew where He had come from, and why he was here.
And he knew where He was going.
And when you are that liberated, then you can serve.
(Howard Hendricks)


3. BUKAN MEREKA, TETAPI BAPA (Yoh. 5:43)
Yoh 5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

Yoh 5:44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?

Yoh 5:45 Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.

Yoh 5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.

Yoh 5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"

Di Yoh 5:44 di atas ditulis tentang orang mencari hormat dari satu dengan yang lainnya, tetapi mengapa mereka tidak mencari yang lebih penting, yaitu hormat dari Allah. Orang-orang seperti apa yang mendapatkan hormat dari Allah?

Orang yang menghormati Allah.

Sebab itu--demikianlah firman TUHAN, Allah Israel--sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang--demikianlah firman TUHAN--:Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah (1 Sam 2:30).

Orang dengan karakter moral yang mulia.

Saat Samuel diutus ke keluarga Daun untuk memilih pengganti Saul, Samuel berpikir bahwa kakak Daud yang gagah yang akan terpilih, tetapi Tuhan menjawab lain, yaitu bahwa Ia melihat “hati.” Salah satu arti kata “hati” di sini adalah karakter moral1.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Sam 16:7)

Orang yang hidup dalam kasih dan kesetiaan.

Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia (Ams. 3:1-4)

Pada akhirnya, yang terpenting dalam hidup ini adalah mengakhiri perjalanan hidup kita dengan baik, dan menerima hormat dari Allah. Menghadap pada-Nya dengan penuh keberanian bahwa kita telah menjalankan hidup ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rancangan-Nya, dengan penuh integritas dan mendengar Ia berkata pada kita, “You look wonderful!”