iCare Manna

PERGI!
George Murray, direktur dari Bible Christian Union berkata bahwa selama bertahun-tahun ia "mau pergi" tetapi "merencanakan untuk tinggal". Baru saat ia mengambil sikap "mau tinggal" tetapi "merencanakan untuk pergi" Allah mengirimnya untuk melayani di Itali.

Apakah Anda pernah merencakan untuk pergi untuk misi?

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh. 3:16-17)


Story

Sebuah Ritual

Alila berdiri di tepi sungai membawa bayi laki-lakinya dekat di dadanya. Air mata tercurah dari matanya saat ia dengan perlahan berjalan menuju ujung sungai. Ia masuk ke air dan berjalan hingga air setinggi pienggangnya. Dengan lembut air menyapu kaki kecil bayi itu. Ia berdiri di sana cukup lama, memegang anaknya sekuat-kuatnya sambil memandang ke seberang sungai. Tiba-tiba dengan gerakan yang cepat ia melempar bayi yang berusia enam bulan tersebut hingga mati tenggelam.

Misionaris M.V. Varghese sering bersaksi di tengah keramaian orang-orang yang berkumpul di sungai Gangga. Hari itu ia mendatangi Alila yang sedang duduk di tanah menangis tak terkontrol dan memukul-mukul dadanya. Dengan penuh belas kasihan, misionaris ini bertanya apa yang terjadi.

Sambil tetap menangis, Alila berkata, "terlalu banyak masalah di rumahku, dan terlalu banyak dosa yang memberati hatiku, jadi aku memberikan persembahan yang terbaik untuk dewi sungai Gangga, yaitu anak laki-lakiku yang pertama."

Hati Varghese turut berduka untuk wanita ini. Saat wanita ini menangis, Varghese mulai menceritakan tentang kasih Yesus dan bahwa melalui Dia dosa-dosa wanita ini dapat diampuni.

Alila melihat pada misionaris ini dengan heran, "Saya tidak pernah mendengar tentang hal ini sebelumnya." Dengan tetap bercucuran air mata ia berkata, "Mengapa kamu tidak datang tiga puluh menit lebih awal? Kalau kamu datang, anakku tidak perlu mati."

Setiap tahun, jutaan orang datang ke sungai Gangga untuk mandi dan berharap dosanya turut larut dalam air sungai. Bagi orang-orang seperti Alila, kabar baik yang dinanti-nanti datangnya terlambat. Berapa milyar orang di dunia seperti Alila, menunggu kabar baik yang belum pernah mereka dengar itu? Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" (Rom. 10:14-15)




Truth that Sets You Free

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal" (Yoh. 3:16). Allah menciptakan matahari, dan matahari memberi kehangatan. Allah menciptakan ternak, dan ternak memberi makanan bagi manusia. Allah menciptakan hujan, dan hujan memberi air serta kesejukan bagi bumi. Semua yang Ia ciptakan bersifat "memberi" bagi manusia. Bahkan Anak-Nya yang Tunggal memberi kehidupan bagi kita. Kerinduan Allah adalah agar semua bangsa dapat diselamatkan. Apakah yang dapat kita berikan pada-Nya agar kerinduan Allah ini dapat tercapai? Tiga hal yang dapat kita lakukan: memberi kehidupan kita untuk melayani suku/bangsa lain, mendoakan suku/bangsa yang belum mengenal-Nya dan memberi persembahan untuk pekerjaan misi.

1. BERANGKAT
Sejarah mencatat bahwa orang Yahudi membawa Injil ke Roma, orang Roma yang memperkenalkannya ke Perancis, orang Perancis yang membawa ke Skandinavia, orang Skotlandia yang menginjili Irlandia, dan orang Irlandia yang mengirimkan misi ke Skotlandia. Memang ada kecenderungan bahwa orang menerima Injil dari orang asing Tetapi bagaimanapun juga statistik mencatat, sebagai orang Kristen kita memiliki tanggung jawab untuk pergi mengabarkan Injil. Sama seperti Kristus "pergi" dari kediaman-Nya di surga ke bumi untuk manusia, demikian pula kita "pergi" untuk menjadikan bangsa-bangsa murid-Nya:

Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat. 28:18-20)

a. Anda Diberi OTORITAS

b. Anda Diberi TUGAS untuk Pergi

c. Anda Diperlengkapi dengan KUASA


2. Berdoa
Dalam Kejadian 18:20-33, ditulis tentang Abraham yang bernegosiasi dengan Allah saat Allah hendak menghancurkan Sodom. Abraham mengambil inisiatif untuk peduli tentang Sodom, walaupun ia tahu betapa jahatnya kota itu. Daniel juga berdoa bagi bangsanya yang telah berbalik dari Allah. Mereka adalah para pendoa syafaat yang berdoa bagi mereka yang belum mengenal Allah atau berbalik dari Allah. Tetapi, pengantara yang terbesar adalah Kristus. Kristus menjadi pengantara saat Ia menutup jurang antara Allah dan manusia di kayu salib.

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (1 Tim. 2:5)


Kita juga dipanggil sebagai para "pengantara" atau "pendoa syafaat" bagi mereka yang belum mengenal-Nya, yaitu orang yang berdoa dengan sungguh dan meminta pada Allah untuk orang lain yang sangat membutuhkan keselamatan dan pertolongan-Nya. Bagian dari panggilan kita sebagai imam (1 Pet. 2:5, 9; Wah. 1:5) adalah menjadi pengantara, atau berdoa bagi orang lain. Allah mencari pendoa-pendoa syafaat bagi bangsa-bangsa:

Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya (Yeh. 22:30).


Mungkin kita tidak dapat pergi ke bangsa-bangsa lain untuk melakukan pelayanan misi, tetapi kita dapat berdoa bagi mereka. Stephan Gaukroger mengatakan bahwa berdoa tidak membutuhkan paspor, visa, atau ijin kerja. Tidak ada "negara tertutup" untuk doa. Banyak sejarah misi ditulis sebagai respon Allah atas doa-doa yang terus menerus.

Sangat menyedihkan bila dalam waktu hidup kita
lebih banyak waktu dihabiskan untuk mencuci piring,
mengusir nyamuk, atau memotong rumput di halaman,
atau menonton televisi dari pada
berdoa untuk misi dunia

(Dave Davidson)


3. Beri Keuangan
Ada seorang pria yang mendaftarkan untuk pergi pelayanan ke Afrika, tetapi sayang sekali saat melakukan pemeriksaan lebih lanjut isterinya tidak dapat tahan terhadap iklim di sana. Pria ini sangat sedih dan hancur hatinya, tetapi ia kembali ke rumahnya dan berdoa, membuat keputusan bahwa ia akan menghasilkan uang sebanyak-banyaknya uang untuk pekerjaan misi dan memperluas Kerajaan Allah di dunia. Ayah pria ini, seorang dokter gigi, memulai bisnis membuat anggur untuk perjamuan kudus. Anak muda ini mengambil alih bisnis ini dan mengembangkannya hingga menjadi sebuah bisnis yang besar dengan nama "Welch", sebuah pabrik yang memproduksi jus anggur terkenal di dunia. Ia telah memberikan ratusan ribu dolar untuk pekerjaan misi dunia.

As your income increases,
let your standard of giving increase,
not your standard of living

(John Wesley)