iCare Manna
KASIH TANPA BATAS
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
(Yoh. 3:16-17)
Story
Dua Ribu Tahun yang Lalu?
Trevor Ardill, seorang misionaris muda di sebuah desa Nigeria, saat itu sedang berdiri dibawah sebuah pohon mangga. Ketika ia sedang menerangkan tentang Injil, ketua suku maju mendatanginya di depan kerumunan dan memegang baju Ardill dengan kedua tangannya. "Katamu Allah memiliki Anak?" tanya ketua suku tersebut. "Dan Anak-Nya menjadi manusia dan mati disalibkan untuk menghapuskan dosa saya?" "Ya," jawab Ardill, "Itu benar."
Sang ketua suku mengencangkan cengkeramannya dan bertanya "Kapan?" seolah ia berharap bahwa Ardill menjawab, "Bulan lalu" atau "Tahun lalu." Tetapi Ardill berkata, "Sekitar 2000 tahun yang lalu."
"Shekara dubu biyu!" teriak sang kepala suku. "Dua ribu tahun lalu? Dan kamu baru datang sekarang? Bagaimana dengan ayahku? Bagaimana dengan ayahnya? Bagaimana dengan orang-orangku ini? Tak ada seorangpun yang datang untuk memberitahu mereka!" Trevor Ardill tak dapat menjawab
Kasih Allah bagi dunia telah dinyatakan 2000 tahun yang lalu, tetapi hingga kini, masih banyak orang yang belum merasakan bahkan mendengar tentang kasih-Nya. Banyak gereja membicarakan kedatangan Kristus yang kedua, padahal masih banyak orang yang belum mendengar tentang kedatangan-Nya yang pertama!
Banyak gereja membicarakan kedatangan Kristus yang kedua,
padahal masih banyak orang yang belum mendengar
tentang kedatangan-Nya yang pertama!
Truth that Sets You Free
1. Kasih Allah
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini" (Yoh. 3:16)
Kasih yang ditulis dalam Yoh. 3:16 adalah agapao yang artinya:
- Mengarahkan kemauan kita dan menemukan suka cita dalam seseorang/sesuatu
- Mengasihi, dengan kasih sayang yang kuat
- Mengasihi dengan menunjukkan kebaikan
Ada beberapa macam kata kasih yang digunakan di Alkitab: agapao, pheleo, dan eros. Tetapi kata agapao inilah yang digunakan untuk menggambarkan kasih Allah bagi manusia, juga menggambarkan kasih pada musuh. Semua dimulai karena kasih-Nya:
a. Kasih yang Berkorban
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.." (Yoh. 3:16)
Seseorang dapat berkorban tanpa mengasihi, tetapi tidak dapat mengasihi tanpa berkorban. Berkorban adalah sebuah tanda kasih yang nyata. Allah mengorbankan Anak-Nya yang tunggal bagi kita. Kristus mengorbankan nyawa-Nya bagi kita. Apa yang telah kita korbankan bagi-Nya dan bagi jiwa-jiwa yang terhilang yang sangat dikasihi-Nya?
Berkorban merupakan ciri khas para misionaris. Mereka mengorbankan waktunya, kesenangannya, bahkan kadang kesehatannya. Dr. A. Scott Patterson yang kehilangan kesehatannya saat menjadi misionaris di Afrika berkata, "Bila para dokter berkata bahwa saya tidak dapat sembuh, saya tetap akan naik kapal berikutnya dan kembali ke Afrika. Menjadi misionaris bukanlah sebuah pengorbanan. Melainkan sebuah suka cita. Sebuah kesenangan. Sebuah kehormatan.
b. Kasih yang Tidak Menghakimi
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia (Yoh. 3:17)
Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun (Yoh. 8:15)
Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (Yoh. 12:47)
Kedatangan Yesus yang pertama bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan manusia. Hal ini terlihat dari belas kasihan-Nya yang besar terhadap manusia: Ia menyembuhkan yang sakit, melepaskan mereka yang terikat oleh kuasa kegelapan, memberi makan dll. Ia juga tidak bereaksi atau menghukum mereka yang melawan bahkan menyalibkan-Nya. Namun, mau tidak mau, suatu saat bila manusia berkeras untuk menolak tawaran kasih-Nya, manusia akan dihakimi oleh dosa mereka sendiri.
c. Kasih yang Menyelamatkan
"Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16)
Kata "binasa" atau apollumi berarti mati, kematian kekal, terhilang, hancur. Allah tidak menginginkan satu jiwapun binasa. Bahkan, Ia rindu orang-orang fasik berbalik dari jalan mereka dan memperoleh hidup. Karena itu Ia sabar, memberi waktu agar semua orang berbalik dan bertobat:
Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? (Yeh. 18:23)
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (2 Pet 3:9)
2. Panggilan untuk Mengasihi
Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk mengasihi Allah, mengasihi saudara seiman, dan mengasihi mereka yang terhilang. Kasih kita kepada Allah dinyatakan dengan penyembahan kita pada-Nya. Kasih kita pada saudara seiman dinyatakan dalam persekutuan, sedangkan kasih kita pada mereka yang terhilang dinyatakan dengan pelayanan misi dan penginjilan untuk membawa mereka kepada-Nya.
Kita dipanggil untuk mengasihi mereka yang terhilang, tetapi kasih semacam ini bukanlah kasih yang "natural" yang dimiliki oleh seorang manusia. Melainkan kasih yang "supernatural" karena kasih ini adalah kasih ilahi, sebuah kasih yang menangisi, berkorban, berjuang untuk mereka yang terhilang, seperti yang dimiliki oleh:
- Kristus: Hati Yesus sangat tergerak oleh belas kasihan karena Ia melihat bangsa Israel seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala. Ia juga menangisi Yerusalem yang berulang kali menolak para nabi, padahal Ia ingin membawa Yerusalem kepada-Nya.
Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau (Mat. 23:37)
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka (Mar. 6:34)
- Paulus: Paulus dengan bersedih mengatakan bahwa ia bersedia "bertukar tempat" atau terkutuk demi kaum sebangsanya yang terhilang.
Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani (Rom. 9:1-3)